Jefri (48), salah satu pedagang pakaian di Pasar Senen, Jakarta Pusat, merasa keberatan dengan rencana pemerintah, yang akan melarang penjualan pakaian impor bekas.
Soal adanya kandungan bakteri di pakaian bekas pakai ini, Jefri justru menyindir pemerintah, yang juga suka mengimpor barang bekas pakai dari luar negeri.
"Pemerintah saja suka yg bekas, pesawat tempur bekas, kereta bekas," ujarnya, saat ditemui di Jakarta, Kamis 5 Februari 2015.
Lebih lanjut, Jefri mengatakan bahwa mungkin saja hal ini hanyalah pengalihan isu. Sebab, sejak 2003 lalu, di era Megawati, hal seperti ini sudah pernah dipermasalahkan. Tapi pada kenyataanya, kebijakan itu tidak jadi diterapkan. Bahkan, pemerintah menyediakan tempat untuk berjualan.
"Ini isu lama, sejak 2003, ketika kita masih di tepi jalan. Tempat ini resmi dari pemerintah, sekarang kita difasilitasi sama camat dan wali kota. Ini kan pasar resmi, kita bayar retribusi PPN," tambahnya.
Ketika ditanya, jika kebijakan ini nantinya disahkan, dan berlaku pidana bagi pedagang yang membandel, dia pun hanya bisa pasrah, dan berharap, agar pemerintah memberikan solusi yang terbaik.
"Kalau memang begitu, kita berharap pemerintah memberikan solusi lebih baik dari keadaan kita sekarang," tuturnya.
Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan berencana akan melarang peredaran pakaian impor bekas di masyatakat. Selain dianggap ilegal, pakaian bekas ini juga diduga mengandung bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit.
sumber:viva.co.id http://ift.tt/16MftvC http://ift.tt/1v4x7zW