berita terlengkap dan terlugas

Diberdayakan oleh Blogger.

Ngaku Komunikasi Dengan Timses Abraham Samad, Ketua KPK Sembunyi Dibalik Topi? Ayo Bongkar Skandal PDIP dan Samad









Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap bahwa Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad beberapa kali bertemu dengan petinggi partai, termasuk parpol koalisi pengusung Jokowi, pada tahun 2014. Pertemuan itu membahas kemungkinan Abraham menjadi pendamping Jokowi sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pilpres 2014.



Pembicaraan awal Abraham Samad dengan Hasto terjadi pada awal tahun 2014 di Apartemen The Capitol Residence, kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan pertama itu, menurut Hasto, Abraham Samad tidak menampakkan diri secara utuh, melainkan menutupi wajahnya dengan masker dan mengenakan topi hitam.



Hasto mengatakan, sebelum bertemu dengan orang nomor satu di KPK itu, dia dijemput oleh D yang mengaku orang dekat Abraham Samad di lobi apartemen. "Sebelum itu, D menawarkan diri ke saya untuk mengatur pertemuan dengan Abraham," ujarnya.



Dalam pertemuan dengan orang bertopi hitam dan bermasker yang menurut D adalah Abraham Samad, Hasto sempat membicarakan masalah strategis. "Kami membahas urusan atau hal-hal yang sangat strategis," urai Hasto.



Sebut BG







Setelah pertemuan itu, D aktif menghubungi Hasto sehingga terjadi pertemuan kedua di tempat yang sama. Pembicaraan pada pertemuan itu sudah mengarah kepada pencalonan Samad sebagai cawapres bagi Jokowi. Hasto mengaku melaporkan hasil pertemuan itu langsung ke Jokowi.



Setelah pertemuan rahasia itu, kata Hasto, Samad merancang pertemuan dengan Jokowi di tempat terbuka. Jokowi dan Samad akhirnya bertemu di ruang VIP Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, pada Sabtu, 3 Mei 2014. Itu merupakan pertemuan ketiga.



Pertemuan keempat terjadi di sebuah hotel di Yogyakarta. Pertemuan itu dihadiri Abraham dan sejumlah petinggi PDIP serta mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono. Pertemuan kelima dilakukan di Jakarta dan dihadiri para petinggi PDIP dan Abraham.



Namun, setelah berjalan beberapa lama, pada 19 Mei 2014 petinggi PDIP bertemu Abraham untuk memberitahu bahwa partai itu akhirnya memilih Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres. Menurut Hasto, saat itu Samad mengaku sudah tahu.



"Beliau mengatakan, ya, saya tahu. Karena saya sudah melakukan penyadapan. Bahwa saya tahu yang menyebabkan kegagalan saya adalah bapak Budi Gunawan (BG)," jelas Hasto.



Ia memastikan beberapa kali berkomunikasi intensif dengan timses Abraham Samad. "Baik lewat BB (BlackBerry), dan tidak hanya ke saya, tapi juga saksi- saksi yang lain," tambahnya.



























































Sumber: tribunnews

http://ift.tt/1JgcOrD http://ift.tt/1AmgCRF
Back To Top