Lazimnya operasi lalu lintas yang digelar polisi terkesan mengerikan. Bagi pengguna kendaraan bermotor yang kedapatan melakukan pelanggaran, ancaman tilang sudah menunggu.
Tetapi, hal itu tidak dilakukan oleh Polres Jember dalam Operasi Simpati 2015 pada Kamis, 9 April 2015, kemarin. Bukan tilang yang mereka berikan, tetapi tausyiah dengan melibatkan seorang ustaz.
"Kita berharap agar ustaz bisa memberikan ceramah agama kepada pengendara yang melanggar, karena pelanggaran ini erat kaitannya dengan ajaran agama," ujar Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif, seperti dikutip dari nu.or.id, Jumat, 10 April 2015.
Seperti kebanyakan operasi, petugas kepolisian menghentikan pengendara dan memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Para pengendara yang melanggar diminta berkumpul dan digiring ke depan sebuah mushola.
Di depan musala terdekat sudah menunggu beberapa petugas kepolisian yang lain dan seorang ustaz bernama Mansur. Di depan para pelanggar, Ustaz Mansur memberikan tausiyah singkat agar mereka tidak lagi melakukan pelanggaran.
"Itu jelas dalam ayat Alquran, supaya kita patuh kepada Allah dan rasul-Nya serta ulil amri atau para pemimpin. Jadi pemerintah membuat peraturan itu sudah melalui banyak kajian. Makanya, mulai sekarang ayo kita disiplin," kata Ustaz Mansur di hadapan para pengguna kendaraan bermotor.
Ketika tausyiah usai, para pelanggar diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Tidak ada satupun dari mereka yang mendapat surat tilang dari kepolisian.
Sumber: dream http://ift.tt/1ay0DKo http://ift.tt/1PugOc3