Aksi kekerasan di lingkungan sekolah atau kampus ternyata masih saja ada. Kekerasan itu sendiri, biasa terjadi diantara siswa senior terhadap adik kelasnya. Begitu pun yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), seorang taruna berinisial DRT mengaku, dianiaya seniornya.
Aksi kekerasan itu terungkap menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Sitompul, setelah ibu korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polsek Cilincing. Penganiayaan itu dilakukan pada Senin (6/4/2015) dan dilaporkan ke polisi Rabu (8/4/2015).
"Korban bilang pada ibunya dan ibu melaporkan putranya yang sekolah di STIP mengalami penganiayaan oleh senior yang mengakibatkan, korban dirawat di Rumah Sakit Pelabuhan," kata Martinus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/4).
Menurutnya, pelaku penganiayaan diduga tujuh orang. Dari tujuh orang tersebut, dua sudah diperiksa dan hari ini tiga teman korban yang menyaksikan kejadian juga dimintai keterangan.
"Tujuh orang mahasiswa senior melakukan tindakan pemukulan, penganiayaan dengan menggunakan sapu, pel, palu, tangan kosong dan memaksa minum air cabai," ujar Martinus.
Selain memanggil pelaku dan saksi mata, polisi juga memeriksa CCTV yang ada di sudut sekolah tersebut. Pihak sekolah pun bukan tidak mungkin akan turut diperiksa.
Sumber: galamedia http://ift.tt/1PugOcb http://ift.tt/1PugOc7