berita terlengkap dan terlugas

Diberdayakan oleh Blogger.

Kelinglungan Presiden Pancing Mahasiswa Gelar Aksi Ultimatum serentak












Meroketnya kebutuhan dasar rakyat seperti sembako, BBM, gas LPG, tarif listrik serta tiket kereta api, jadi pemicu Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) memberi ultimatum pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).



Kegelisahan rakyat juga ditambah dengan anjloknya nilai rupiah belakangan ini. Nilai tukar rupiah menyentuh angka Rp13.300 per dolar AS dan jadi nilai terburuk pasca-Reformasi 1998.



PP KAMMI merasa Jokowi terbilang lalai mengurusi sektor ekonomi dan oleh karenanya, mereka akan memberikan ultimatum, sekaligus menjalankan aksi #UltimatumJokowi serentak di 34 propinsi mulai besok, Kamis (19/3).



“Jokowi seakan linglung dan lupa bahwa dirinya seorang presiden, sehingga ketika permasalahan besar ini terjadi, ia hanya mengatakan, ‘Hehe, itu bukan urusan saya….’ Presiden mana yang bisa dengan santainya menanggapi permasalahan besar bangsa sekarang ini,” ungkap Ketua PP KAMMI Andriyana, dalam rilisnya, Rabu (18/3).







KAMMI menggalakkan aksi di sejumlah titik sentral dan vital dengan tuntutan penstabilan harga-harga kebutuhan masyarakat, baik sembako, BBM, TDL, LPG sesegera mungkin. Tuntutan lain adalah bangkitnya marwah dan kedaulatan bangsa, serta penguatan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.



Dijelaskan Ketua Biro Politik Hukum dan Keamanan Kebijakan Publik PP KAMMI Irawan Malebra Kholidi, aksi mereka akan terus dilancarkan sampai kebijakan Jokowi dirasa sudah membaik.



“Aksi ini akan serentak dilakukan tanggal 19 (Maret) besok. Namun secara kontinu, PP KAMMI akan mengawal terus. Bahkan jika dirasa perlu, PP KAMMI akan menginstruksikan delegasi wilayah dan daerah untuk turun aksi ke Jakarta,” tegas Irawan.





Sumber: Globalindo http://ift.tt/1BZx6Uy http://ift.tt/1ExO4ZW
Back To Top