Incar Berita, Bandung - Salah seorang
warga Bandung bernama Inu
Isnaeni Sidiq menceritakan bahwa
dirinya pada selasa 17 Maret 2015
malam, memergoki Walikota
Bandung Ridwan Kamil sedang
blusukan malam dengan tanpa
didampingi pengawal ataupun
wartawan,
“Baru saja pada jam 22:30 malam
ketemu Kang Emil di Braga lagi
ngecek kemajuan proyek perbaikan
gorong-gorong dan trotoar.
Sendirian tanpa pengawalan dan
tanpa disertai wartawan untuk
pencitraan, ” ungkap Inu Isnaeni
sebagaimana dilansir
fimadani.com .
Inu Isnaeni Siddiq menceritakan
bahwa ketika dirinya ketemu
Ridwan Kamil, dirinya sedang
menemani 4 orang rekannya dari
Jepang yang sedang berkunjung di
kota Bandung.
Saat itu Ridwan Kamil
menyampaikan permintaan maaf
kepada Inu Isnaeni Siddiq dan 4
turis Jepang atas ketidaknyamanan
yang dirasakan karena pemerintah
Kota Bantung tengah memperbaiki
pedestrian, jalan khusus pejalan
kaki.
“Sorry for the inconvenient because
we are fixing the pedestrian ”
Ridwan Kamil menyampaikan
permohonan maafnya dalam
bahasa Inggis.
4 Orang Jepang yang bersama Inu
Isnaeni Siddiq mengaku terkejut
setelah mengetahui orang yang
meminta maaf adalah walikota
Bandung.
“Teman-teman orang Jepang
sendiri pun kaget ketika saya
beritahukan bahwa yang menyapa
adalah Pak Walikota karena di
negara seperti Jepang sekalipun
katanya sulit menemukan pejabat
yang begitu bersahaja dan rela
berjalan sendirian pada larut
malam untuk melihat
perkembangan kota yang menjadi
amanahnya di saat kebanyakan
warganya sudah terlelap, ” papar
Inu Isnaeni.
Blusukan Ridwan Kamil malam-
malam untuk memastikan program
yang direncanakan berjalan sesuai
dengan target-target yang telah
ditentukan. Ia tidak hanya
mengandalkan laporan dan
simbolisasi lalu mencitrakannya di
media massa, tetapi memantaunya
langsung dengan mata kepala
sendiri tanpa sorotan kamera.
Apa yang dilakukan Ridwan Kamil
mengingatkan gaya kepemimpinan
Khalifah Umar Bin Khatab, berjalan
malam-malam sendirian untuk
melihat kondisi rakyatnya. (mz)
warga Bandung bernama Inu
Isnaeni Sidiq menceritakan bahwa
dirinya pada selasa 17 Maret 2015
malam, memergoki Walikota
Bandung Ridwan Kamil sedang
blusukan malam dengan tanpa
didampingi pengawal ataupun
wartawan,
“Baru saja pada jam 22:30 malam
ketemu Kang Emil di Braga lagi
ngecek kemajuan proyek perbaikan
gorong-gorong dan trotoar.
Sendirian tanpa pengawalan dan
tanpa disertai wartawan untuk
pencitraan, ” ungkap Inu Isnaeni
sebagaimana dilansir
fimadani.com .
Inu Isnaeni Siddiq menceritakan
bahwa ketika dirinya ketemu
Ridwan Kamil, dirinya sedang
menemani 4 orang rekannya dari
Jepang yang sedang berkunjung di
kota Bandung.
Saat itu Ridwan Kamil
menyampaikan permintaan maaf
kepada Inu Isnaeni Siddiq dan 4
turis Jepang atas ketidaknyamanan
yang dirasakan karena pemerintah
Kota Bantung tengah memperbaiki
pedestrian, jalan khusus pejalan
kaki.
“Sorry for the inconvenient because
we are fixing the pedestrian ”
Ridwan Kamil menyampaikan
permohonan maafnya dalam
bahasa Inggis.
4 Orang Jepang yang bersama Inu
Isnaeni Siddiq mengaku terkejut
setelah mengetahui orang yang
meminta maaf adalah walikota
Bandung.
“Teman-teman orang Jepang
sendiri pun kaget ketika saya
beritahukan bahwa yang menyapa
adalah Pak Walikota karena di
negara seperti Jepang sekalipun
katanya sulit menemukan pejabat
yang begitu bersahaja dan rela
berjalan sendirian pada larut
malam untuk melihat
perkembangan kota yang menjadi
amanahnya di saat kebanyakan
warganya sudah terlelap, ” papar
Inu Isnaeni.
Blusukan Ridwan Kamil malam-
malam untuk memastikan program
yang direncanakan berjalan sesuai
dengan target-target yang telah
ditentukan. Ia tidak hanya
mengandalkan laporan dan
simbolisasi lalu mencitrakannya di
media massa, tetapi memantaunya
langsung dengan mata kepala
sendiri tanpa sorotan kamera.
Apa yang dilakukan Ridwan Kamil
mengingatkan gaya kepemimpinan
Khalifah Umar Bin Khatab, berjalan
malam-malam sendirian untuk
melihat kondisi rakyatnya. (mz)