Seorang camat di Jakarta Utara, berinisial YP melakukan aksi koboi dengan menodongkan senjata Airsoft Guns, di Kampung Asem RT 06 RW 05, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, dini hari tadi.
Alhasil, ia harus berurusan dengan polisi setelah kasus itu dilaporkan korban bernama Romlih H Solo (50), yang juga merupakan kerabat pelaku.
Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, mengatakan kronologi kejadi bermula ketika pelaku datang ke lokasi dan meminta saksi Halim dan Tedy Sugiandiko memanggil korban, sekitar pukul 00.30 WIB.
"Setelah bertemu, korban lalu menyapa 'baru pulang pak camat' dan dibalas pelaku dengan ucapan 'jangan basa-basi' sambil mengeluarkan senjata dari balik bajunya dan menodongkannya ke arah korban," ujar Martinus, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/1).
Ia menambahkan, pelaku kemudian mengancam korban, "Gue tembak lo." Lalu, bertanya soal status tanah yang diduga dijual korban.
"Korban kemudian menjawab, 'tanah yang mana, sambil menepis senjata yang dipegang pelaku," ungkapnya.
Pada saat ditepis, senjata itu diduga meletus ke arah bawah. Warga yang menedengar bunyi gaduh, kemudian berusaha mendekat untuk melerai. Ketika melihat jumlah massa semakin banyak, pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi.
Martinus menuturkan, korban yang tidak terima dengan perbuatan pelaku, selanjutnya mengadukan perkara ini ke polisi. Namun, kasus ini akhirnya diselesaikan dengan jalan damai.
"Korban sudah mencabut laporan, dan pelaku juga sudah membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya," tandasnya.
Sementara itu, polisi sudah menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata jenis Airsoft Gun berikut kartu anggota Eagle Shooting Club yang berada di bawah Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin).
sumber : beritasatu.com http://ift.tt/1ElfWQn http://ift.tt/1ElfWQi