Incar Berita, Jombang - Hadi Atmaji (45), Wakil Sekretaris PKB Jombang masih menjalani perawatan di ruang UGD (Unit Gawat Darurat) RSUD Jombang. Musatainah (40), sang istri dengan setia menunggui. Saat perampokan Mustainah sempat mendengar suara letusan berkali-kali. Namun dia menyangka itu letusan itu berasal dari petasan.
"Setelah terdengar suara tolong-tolong. Saya baru menyadari kalau ternyata suami saya menjadi korban perampokan," kata Mustainah, Kamis (25/6/2015) seperti dilansir beritajatim.
Mustainah mengungkapkan, kejadian perampokan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu Mustainah sedang berada di dalam rumah. Meski begitu, perempuan yang akrab disapa Iin ini sempat mendengar keributan di luar rumah. Bahkan Iin juga sempat mendengar suara seorang pria minta tolong diselingi suara letusan.
Karena penasaran, istri polisi PKB ini keluar rumah. Nah, saat itulah dia melihat suaminya roboh bersimbah darah dan dikerumuni warga. Selanjutnya, korban dilarikan ke RSUD Jombang. "Suami saya menderita enam luka tembakan. Yakni, bagian kaki, paha, pantat, lengan kanan kiri, serta pinggang," ujar Iin sembari mengatajan bahwa uang yang dibawa kabur perampok sebesar Rp 270 juta, bukan Rp 250 juta.
Hadi Atmaji menjadi korban penembakan sepulang mengambil uang dari Bank Jatim, cabang Jombang. Saat turun di depan rumah, dua orang berhem teropong langsung menhadang dan merebut tas berisi uang tersebut. Hadi melawan. Sehingga perampok langsung menyabetkan celurit ke tangan korban.
Tidak cukup sampai disitu, korban yang berusaha lari langsung dikejar komplotan perampok itu. Hadi langsung ndlosor ketika timah panas menerjang kakinya. Uang dalam tas berisi Rp 250 kemudian dibawa kabur perampok. (mz)