Jakarta (SI Online) - Posisi dan
jabatannya sama, yakni sama-
sama sebagai gubernur, tetapi
perlakuan polisi terhadap
Gubernur Jawa Barat Ahmad
Heryawan (Aher) dengan
Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) sangat
berkebalikan.
Aher pada Jumat (15/05)
dipanggil ke Bareskrim Mabes
Polri untuk diperiksa sebagai
saksi dalam perkara dugaan
korupsi pembangunan stadion
Gede Bage Bandung, Jawa Barat.
Tak tanggung-tanggung, sejak
pagi hingga malam, nyaris 16 jam
Aher diperiksa di ruangan
Direktorat Tindak Pidana Korupsi
Badan Reserse Kriminal Polri.
Ditanya mengapa pemeriksaan
atas dirinya demikian lama, Aher
mengaku tidak
mempersoalkannya. Menurut
Aher, dirinya ditanya bermacam
hal oleh penyidik, mulai dari
identitas, silsilah keluarga
hingga perkara pokok, yakni
proses penggelontoran dana dari
Pemprov Jabar ke Pemkot
Bandung untuk pembangunan
stadion tersebut.
"Pertanyaan pokoknya mungkin
sekitar 10 pertanyaan. Nah
lamanya itu misalnya ditanya
fungsi gubernur apa, kan kita
enggak apal. Kita buka Perda, PP,
Permendagri, lalu kita tulis. Yang
kayak begitu boro-boro saya mau
hafal," ujar Aher tenang kepada
wartawan yang menanyainya usai
pemeriksaan, pada Jumat malam.
"Kemudian nama anak, istri,
semuanya. Lalu sekolah di mana,
latar belakang pendidikan segala
macam kan jadi panjang.
Makanya agak sedikit lama
pemeriksaannya," ujar Aher yang
mengenakan batik cokelat itu.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) ini memastikan telah
menjawab pertanyaan penyidik
dengan jelas dan lengkap. Aher
pun berharap kepolisian dapat
mengungkap dugaan tindak
pidana korupsi dalam proses
pembangunan stadion Gede Bage
tersebut.
Lain Aher, lain pula Ahok.
Padahal posisinya sama-sama
sebagai saksi. Pada Senin (04/05)
lalu, dikabarkan bila Kabareskrim
Komjen Pol Budi Waseso akan
menjadwalkan pemeriksaan Ahok
di Balaikota dalam kasus korupsi
pengadaan perangkat
uninterruptible power supply
(UPS) tahun anggaran 2014.
Pernyataan itu keluar usai
Kabareskrim menemui dan
berkoordinasi dengan Ahok pada
Senin (04/5/2015) di Balaikota
Jakarta.
Budi Waseso melanjutkan,
nantinya Ahok akan dimintai
keterangan soal hal-hal yang
diketahuinya atas pengadaan
UPS. Menurutnya, Ahok turut
diperiksa karena Ahok yang
melaporkan kasus itu.
"Kenapa diperiksa karena kan Pak
Ahok termasuk yang melaporkan,
beberapa informasi yang dia
punya akan kami minta untuk
mengclearkan keterangan saksi-
saksi," tegasnya.
Budi Waseso juga mengatakan
nantinya pemeriksaan Ahok akan
dilakukan di Balaikota agar tidak
mengganggu jadwal Gubernur.
Termasuk, Budi Waseso juga
menegaskan, maksud
kedatangannya menemui Ahok
bukan untuk meminta izin
memeriksa pegawai Ahok.
"Bukan minta izin, hanya
koordinasi. Saya sampaikan ke
Pak Ahok kalau pegawainya akan
kami periksa," ujarnya.
Mendapat perlakuan istimewa,
Ahok terkesan bak seorang raja.
Ia meminta Budi untuk tidak lagi
repot-repot menyambangi Balai
Kota hanya untuk meminta
keterangan darinya.
"Untuk melengkapi data (UPS),
saya minta Pak Buwas juga
enggak apa-apa enggak datang ke
sini. Pak Buwas suruh anak
buahnya datang ke saya, saya
jelasin semuanya dengan jelas,"
kata Ahok.