berita terlengkap dan terlugas

Diberdayakan oleh Blogger.

Wahyudi: Pemerintah Jokowi-Jk Dinilai Telah Mempertontonkan Drama Eksekusi Dimata Dunia










Pelaksanaan ekskusi mati terhadap terpidana mati yang segera dilakukan mendapat kritikan dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (LSAM).



Peneliti LSAM, Wahyudi Djafar menuding pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dinilai telah mempertontonkan drama eksekusi di mata dunia.



"Tontonan serial drama penggantungan (the spectacle of the scaffold) diperlihatkan oleh pemerintahan Jokowi-JK dengan pelaksanaan terhadap 6 terpidana mari untuk kasus narkoba pada Januari 2015 lalu. Ini seolah ingin memperlihatjan kepada publik ingin mempertontonkan inkonsitenso mereka yang katanya akan melakukan perlindungan HAM yang tercantun dalam Nawacita," ujarnya di Cikini, Jakarta Pusat, Ahad, 12 April 2015.



Wahyudi menambahkan serial drama ekseskusi mati ini berlanjut dengan rencana Kejaksaan Agung untuk melaksanakan ekseskusi terhadap 11 terpidana mati lainnya dari total 158 terpidana mati yang belum dieksekusi.



"Ini berlanjut dengan adanya rencana Kejaksaan Agung untuk eksekusi 11 terpidana mati dari 158 yang belim dieksekusi. Padahal sejumlah alasan, baik dari moral kemanusiaan, kewajiban hukum internasional, politik hubungan internasional, kewajiban perlindungan negara, memperlihatkan tidak lagi relevannya praktik dan ancaman hukuman mati," paparnya.







Melalui pernyataannya, Wahyudi mengungkapkan bahwa seharusnya para terpidana mati ini tidak dikenakan eksekusi mati untuk mendapatkan efek jera melainkan dengan menerapkan hukuman seumur hidup karena arah pembaruan hukum di Indonesia adalah hukuman pemulihan.



"Praktik hukum mati tidak sejalan dengan hukum pidana karena (hukum mati) lebih diarahkan pada hukum balas dendam sedangkan arah pembaharuan hukum yang diterapkan negara kita untuk memberi efek jera adalah hukuman pemulihan (restoration justice), justru hukuman seumur hidup berdasarkan survei PBB tahun 1996 sampai 1988 lebih mampu memberi efek jera," pungkasnya.











Sumber: linimedia http://www.suaranews.com/2015/04/wahyudi-pemerintah-jokowi-jk-dinilai.html https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgz6QQJitGrOTRBk9AKIYaWJR6UJYHs0AgvfKVf5E28fQy1u6VFUi6K5DOFAYiiU_vNPG1ED1hOkjopO5XaTSTOum-Okhio0hXtxdvOtVAb9DgKm0L75pjb0JuTjxmznE35J_QUHFyLlqKf/s1600/wahyudi.jpg
Back To Top