Program sejuta rumah yang dimulai Mei nanti, masih menyisakan keraguan dari banyak kalangan. Sejuta masalah bakal mengganjal pelaksanannya.
Menurut pakar perumahan Enggartyasto Lukito, program pembangunan sejuta rumah demi memberikan perumahan murah bagi rakyat, sulit diwujudkan dalam waktu dekat. Pasalnya, koordinasi antara elit sampai ke bawah, masih terlihat kurang efektif.
Saya kira, jangan ber
mimpilah bisa merealisasikan proyek sejuta rumah. Coba tanyakan swastanya. Apakah REI atau Apersi, serius mau menggarapnya juga? Saya kok tidak yakin, kata Enggar dalam diskusi yang digelar Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2015).
Untuk mempercepat realisasi sejuta rumah, lanjutnya, pemerintah perlu menerapkan sistem zonaisasi. Semisal, pemerintah menetapkan daerah khusus bagi perumahan murah alias MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).
Selain itu, mantan anggota Komisi V DPR dari Golkar yang pindah ke Partai NasDem ini, menyebut sejumlah kendala berat yakni perizinan, pembebasan lahan dan peruntukan. Sedangkan untuk mengatasi cekaknya anggaran, bisa dengan memberdayakan Bank BTN yang selama ini fokus di sektor perumahan.
Kalau pemerintah serius membangun rumah murah untuk rakyat, dana-dana yang tersimpan di Bapertarum, Taspen atau lembaga lain, disimpan saja ke Bank BTN. Selama ini, hanya Bank BTN yang serius menggarap perumahan. Kalau bank lain, enggaklah, pungkas Enggar.
sumber: inilah http://ift.tt/1chG0Dz http://ift.tt/1chFYeX