Presiden Joko Widodo (Jokowi) merengek minta bantuan petani tembakau padahal mantan Wali Kota Solo itu sudah menipunya.
“Sekarang Jokowi minta petani dan industri tembakau untuk menolong pemerintah yang sedang sekarat dan terancam tidak menjalankan negara karena target pajak jeblok,” kata pengamat politik Salamuddin Daeng dalam pernyataan kepada intelijen, Sabtu (12/4).
Menurut Salamuddin, pajak dan cukai naik, industri kecil menengah ambruk. Cukai dan pajak tembakau serta rokok yang bisa dikeruk.
“Dalam Pilpres 2014, petani tembakau dan sentra produksi rokok di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah pendukung militan Jokowi,” ungkapnya.
Kata Salamuddin, pemerintah hanya menjadikan petani tembakau dan industri kretek sebagai bancakan untuk mengisi kas pemerintahan. Sementara sisi lain industri modal asing dimanjakan dan bahkan diberi fasilitas dan insentif.
Dalam RAPBNP 2015, target penerimaan cukai tembakau mencapai Rp. 136,12 triliun, meningkat 22.23 % dibandingkan APBNP 2014. Kenaikan sangat besar ini akan mengakibatkan ambruknya industri tembakau skala kecil menengah.
“Pemerintah melanggar UU Cukai karena tidak pernah meminta pendapat kalangan industri dalam menaikkan cukai,” papar Salamuddin.
sumber: intelijen http://www.suaranews.com/2015/04/nasib-petani-tembakau-diperas-dan.html https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji1Bt-FlDGNFhc9lvRB-i-m6UQT7RjnVNZstrWcgp69OWO11qT7j8LD1n2m70aonzMcM2zLzj8OWlnQqAqSEUEREKV2oTV9-6CzzHBpx5nrttviyJ1MkOTC7e106Gv8oHVT7RfOUydsVyb/s1600/00.jpg