Media sosial diramaikan dengan munculnya foto Kartu Jakarta Sabar (KJS) berlogo Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Foto ini mulai muncul seiring dengan tidak jelasnya nasib Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Dinamis yang dijanjikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada PNS DKI. Apalagi, APBD DKI 2015 menggunakan pagu anggaran 2014 yang mana tidak tercantum sama sekali anggaran untuk TKD Dinamis.
Padahal, nilai TKD Dinamis ini mencapai angka puluhan juta rupiah. Dan sadisnya, Ahok dituding hanya sekedar PHP atau pemberi harapan palsu.
Menanggapi hal ini, Ahok pun santai. Menurutnya, munculnya Kartu Jakarta Sabar adalah hal biasa. Menurutnya, sindiran semacam itu tidak hanya muncul untuk lingkup Jakarta saja, melainkan juga di lingkup nasional.
Namun, ia tidak menyebutkan apakah Kartu Indonesia Sabar (KIS) menyindir Presiden Joko Widodo.
"Nggak apa-apa, orang Kartu Indonesia Sabar saja sudah keluar, apalagi cuma Kartu Jakarta Sabar," katanya di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Kartu Jakarta Sabar tersebut merupakan sindiran langsung kepada era pemerintahan Ahok. Di meme (baca: mim) foto Kartu Jakarta Sabar itu tertulis syarat-syarat agar PNS DKI dapat mendapatkan kartu ini. Diantaranya: Yang tanggal 1 enggak gajian, Yang di PHP (pemberi harapan palsu)-in mulu, Yang suka berharap TKD, Yang rindu Bank DKI, Yang dompetnya mulai tipis.
Bagi PNS DKI yang memenuhi kriteria diatas dapat meminta rekomendasi kepada atasannya agar dapat memperoleh kartu jakarta sabar. Parodi semacam ini sangat ramai di media sosial. Apalagi di kartu tersebut dicantumkan juga tandatangan Kepala Dinas Kesabaran.
Salah satu PNS DKI yang enggan disebutkan namanya hanya tertawa saat ditanyai tentang munculnya meme tersebut.
"Lah, memang kita di PHP-in kok. Atasan emang doyan PHP-in anak buahnya," sindir PNS berumur 37 tahun ini.
Sumber: rmoljakarta http://ift.tt/1chFXHO http://ift.tt/1chG06y