Tepat setahun lalu, ada sebuah video berjudul “Debat Bahasa Inggris Gubernur Jokowi VS Jenderal Prabowo” beredar viral di dunia maya.
Video tersebut menampilkan Jokowi yang sedang diwawancara oleh reporter dari stasiun televisi asing. Kemungkinan video tersebut direkam saat Jokowi belum diperintahkan untuk maju sebagai capres oleh Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP .
Nah, menarikanya saat ditanya oleh reporter mengenai kabar jika ia akan maju sebagai capres, dengan terbata-bata Jokowi berkali-kali hanya menjawab “I don’t think about that”. Begitu pula saat ditanya apa yang ingin dilakukan jika ia menjadi capres.
Banyak juga pengguna jejaring sosial yang mengatakan jika video itu menampilkan perbandingan kemampuan bahasa Inggris antara Jokowi dengan Prabowo. Pasalnya, di bagian akhir video itu, menampilkan Prabowo yang cas-cis-cus menjelaskan visi misinya sebagai seorang presiden.
Lalu, ramailah kalimat “i dont think about that”.
Setahun kemudian, yakni tahun ini, beberapa hari lalu, di media berbahasa inggris tertulis headline besar yakni “Joko: ‘I Don’t Read What I Sign’ “.
Tentu kalimat itu sungguh membuat malu seluruh rakyat Indonesia. Menanggung malu presiden Indonesia seperti itu. Sekalipun bagi kaum yang tak memilih Jokowi saat pilpres, tapi ikut menanggung malu. Pengin tutup muka dan tenggelam di dasar laut Indonesia.
Kalimat tersebut meluncur terkait Jokowi menaikkan tunjungan untuk pejabat melalui PERPRES yang ditandatanganinya, Joko Widodo mengaku tidak mencermati satu per satu usulan peraturan yang harus ditandatanganinya, termasuk soal lolosnya anggaran kenaikan uang muka pembelian mobil untuk pejabat negara. Kementerian Keuangan seharusnya bisa menyeleksi soal baik dan buruknya sebuah kebijakan.
“Tidak semua hal itu saya ketahui 100 persen. Artinya, hal-hal seperti itu harusnya di kementerian. Kementerian men-screening apakah itu akan berakibat baik atau tidak baik untuk negara ini,” ujar Jokowi saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (5/4/2015).
Waktu terus berjalan, harusnya bijak memanfaatkan agar kita berpindah dari area gelap ke area yang terang, “habis gelap terbitlah terang,” begitu kata Kartini. Minadzdzulumati ilannur.
Sayang seribu sayang, Jokowi nampaknya acuh tak acuh terhadap amanahnya. Semua serba “bukan urusan saya”. Sudah terlihat dari awal hingga kini, “habis i don’t think about that, terbitlah ‘I don’t read what i sign'”
Sumber: bersamadakwah http://ift.tt/1z4Uj3h http://ift.tt/1NnY4wr