Sebuah kabar mengerikan datang dari sejumlah rumah sakit di Tiongkok. Kabar itu menyebutkan bahwa sejumlah rumah sakit di negara itu melakukan operasi dengan mengangkat organ tubuh milik tahanan politik tapi tanpa melakukan pembiusan terlebih dahulu.
Kabar mengerikan itu mencuat di publik setelah sebuah dokumenter berisi pengakuan sejumlah tahahan yang masih hidup. Para tahanan mengaku, organ tubuhnya diambil tanpa dibius. Sebagaimana dilansir DailyMail pada Rabu (08/04/2015), hal itu diperkuat dengan pengakuan seorang mantan mahasiswa kedokteran yang terlibat dalam pengakatan organ para tahanan tersebut.
Mahasiswa itu mengakui dirinya telah mengangkat kornea mata 2000 orang saat mereka masih sadar dan bernyawa, bahkan seusai melakukan pembedahan pasien yang masih hidup langsung di bawa ke sebuah rungan khusus di rumah sakit dengan perut masih berdarah-darah.
Diketahui, dokumenter tersebut dilakukan oleh Leon Lee di SBS Dateline documentary Human Harvest: China’s Organ Trafficking, yang melakukan investigasi selama delapan tahun. Tim investigasi menemukan ratusan ribu organ padahal berdasarkan informasi dari Palang Merah Tiongkok hanya ada 37 orang yang mendaftar untuk melakukan donor.
“Kalau Tiongkok merupakan salah satu negara terbesar dalam hal transplantasi, bisa dikatakan jika kau perlu tranplantasi, kau bisa langsung dapatkan di Tiongkok, dokumenter itu mungkin bisa menjadi jawaban mengapa di Tiongkok sangat mudah meenemukan organ baik hati, ginjal, kornea, dan sebagainya,” kata Pengacara Hak Asasi Manusia, David Matas menanggapi dokumenter itu.
Pria peraih nobel ini juga mengatakan, organ-organ yang didapatkan diduga diperolah dari sejumlah penganut agama yang dilarang di Tiongkok, seperti aliran the Falun Gong.
Terkait dengan beredarnya video itu, pemerintah Tiongkok membantahnya. Sydney Morning Herald melansir, pemerintah Tiongkok menyangkal tuduhan yang dikeluarkan SBS, dengan mengatakan organ-organ tersebut diperoleh dari para relawan.
Tapi menurut SBS, mengutip dari pernyataan Menteri Kesehatan, Jiefu Huang saat melakukan interview di salah satu stasiun Televisi mengatakan “sumber utama organ adalah dari para tahanan yang telah mati”.
Namun pemerintah Tiongkok bersumpah akan menghentikan program tersebut Agustus 2015. Setelah dokumenter ini menguap sejumlah lembaga internasional seperti Hak Asasi Manusia Internasional dan Pengadilan Kriminal Internasional akan melakukan investigasi lebih dalam.
sumber: simomot http://ift.tt/1GUDsq6 http://ift.tt/1GUDuhF