berita terlengkap dan terlugas

Diberdayakan oleh Blogger.

Waduh! Harga Karer Anjlok












Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Provinsi Bangka Belitung, Toni Batubara mengimbau petani karet daerah ini tidak lagi menggunakan tawas dan pupuk, untuk menaikkan kembali harga komoditas tersebut.



"Getah karet yang dicampur tawas dan pupuk merusak kualitas karet, sehingga mengakibatkan harga karet anjlok," kata Toni, di Pangkalpinang, Minggu (29/3/2015).



Selama ini, kata dia, sebagian besar petani masih menggunakan tawas untuk mengeraskan getah hasil sadapan, sehingga harga karet di pasaran anjlok.



"Saat ini, harga karet petani turun Rp4.000 dari sebelumnya Rp8.000 per kilogram, karena kualitas karet yang rendah," ujarnya seperti dikutip Antara.



Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 38/Permentan/OT.140/8/2008 tentang Pedoman Pengolahan dan Pemasaran, bahan olahan karet mengharuskan pemakaian asam semut, asam formiat sebagai koagulan untuk penggumpal lateks.



"Kami berharap petani menggunakan asam semut untuk meningkatkan kualitas dan harga karet," katanya lagi.



Menurut dia, saat ini petani mengeluhkan harga karet anjlok, justru akibat pengolahan karet yang tidak baik.







"Selama ini petani beralasan menggunakan tawas lebih mudah, sederhana, dan ekonomis, namun berdampak buruk terhadap harga karet yang rendah dan mempengaruhi pendapatan keluarga petani," ujarnya.



Karena itu, katanya pula, petani setempat diminta tidak lagi menggunakan tawas dan mencampurkan getah karet dengan kulit pohon karet atau benda lainnya.



Selain itu, petani juga diharapkan tidak hanya mengandalkan penghasilan dari hasil getah karet saja.



Petani diimbau mengembangkan perkebunan tumpang sari dengan berbagai tanaman hortikultura untuk menambah pendapatan keluarganya.



"Kami berharap petani juga membudidayakan berbagai tanaman hortikultura di lahan perkebunan karetnya, sehingga ekonomi keluarga tidak terlalu terpengaruh pada saat harga karet turun," ujarnya lagi.





Sumber: harianterbit http://ift.tt/1EPZfuA http://ift.tt/1EkxxLM
Back To Top