BOGOR – Meski Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium telah resmi mengalami kenaikan harga sejak 1 Maret 2015 pukul 00.00 ternyata mayoritas warga Bogor mengaku tidak mengetahuinya.
Mereka baru sadar jika harga premium naik Rp 200 perliter ketika mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hari ini.
“Pas mau ngisi bensin saya kaget kenapa harganya naik, biasanya kan kalo harganya naik suka ramai beritanya di TV, lah ini kok diam-diam aja,” kata Yudha (30) warga Ciluar.
Hal senada diungkapkan Bayu (35), seorang warga Ciawi. Dirinya juga baru mengetahui kenaikan harga premium hari ini.
“Saya enggak tahu kalau harga bensin naik, kurang sosialisasi ke masyarakat nih,” tandasnya.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menyatakan kenaikan harga BBM bersubsidi diambil atas pertimbangan beberapa aspek, antara lain untuk menjaga kestabilan sosial ekonomi pengelolaan harga dan logistik (sepanjang perbedaan harga masih belum signifikan), harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi, ketidakstabilan harga terkait pertentangan pelaku pasar minyak dalam menyikapi konflik di Libia dan masih tingginya produksi shale oil di Amerika serta kondisi masih lesunya perekonomian global.
sumber: Kabarpublik http://ift.tt/1EI024x http://ift.tt/1EI04cA