Pemerintah pernah berjanji akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap. Namun, Sabtu (28/3) pemerintah kembali menaikan harga BBM jenis premium dan solar sebesar Rp500.
Menanggapi kebijakan pemerintah ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Yudha, menagih janji pemerintah yang akan menurunkan harga BBM secara bertahap. Menurut Satya, janji pemerintah tersebut tak jelas, apakah nantinya akan menurunkan harga BBM secara bertahap ataukah justru sebaliknya.
“Justru yang tidak saya pahami adalah istilah ‘bertahap’ itu. Karena bisa saja turun, jadi yang dimaksud bertahap itu apa? Saat ini kebetulan di dalam perhitungannya yang menyangkut masalah harga pasar, itu ada kecenderungan harganya naik,” kata Satya dalam dialog Prime Time News Metro TV, Sabtu (28/3).
Satya pun mendesak pemerintah menjelaskan alasan menaikan kembali harga BBM tersebut. Maka dari itu, DPR merencanakan berdiskusi dengan pemerintah untuk meminta penjelasan terkait kenaikan harga BBM.
“Itu nanti trennya naik atau turun kan harus kita lihat. Jadi yang dimaksud bertahap tadi gimana, bertahap ke naik atau bertahap ke turun?,” imbuh Satya.
Selain itu, Satya juga melihat kurangnya sosialisasi terkait kenaikan BBM ini oleh pemerintah. Sehingga masyarakat pun kaget ketika ada pengumuman kenaikan harga BBM.
Sekadar informasi, Kementerian ESDM memutuskan untuk menaikkan harga BBM terhitung pukul 00.00 WIB Sabtu 28 Maret 2015 untuk premium dan solar bersubsidi. Harga kedua jenis BBM itu naik Rp500 dari harga sebelumnya. Harga jual premium menjadi Rp7.400 per liter, sedangkan solar bersubsidi menjadi Rp6.900 per liter.
Sumber: lampost http://ift.tt/1G8a2EJ http://ift.tt/19octWZ