Dekan FKIP UHAMKA Dr H Edy Sukardi MPd mengatakan, di Indonesia aliran apa saja pasti ada pengikutnya apalagi paham ISIS (Negara Islam Iraq dan Suriah). Umat Islam di Tanah Air mudah tergiur apalagi paham ISIS menjanjikan secara ekonomi. Karena itu kita harus waspada terhadap sistim propaganda ISIS. "Bisa saja paham ISIS akan berkembang dan memikat janji-janji yang mampu menarik remaja Islam termasuk kader-kader ormas Islam seperti Syarikat Islam (SI), NU dan Muhammadiyah," kata Edy Sukardi pada Edisi News.Com di Kampus Uhamka Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2015).Paham ISIS, ujarnya, harus kita waspadai sebab polanya memberikan janji manis dan masuk surga. Nah, sistim ini bisa mengundang simpatik di kalangan remaja seperti di Inggris dan Indonesia termasuk di Afrika."Anak muda kan belum tahu pengalaman, tahunya kelak bisa masuk surga," kata Edy Sukardi, sambil menambahkan bahwa sistim manhaj Islami yang diterapkan ISIS.
Menurut Edy, kalo ada kader ormas Islam tertarik oleh kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tapi secara individual, bukan organisasi. Sebab kader ormas terutama anak muda tertarik memiliki semangat keislaman. "Bisa saja, kemungkinan ISIS bisa menembus kader organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Indonesia terutama anak muda yang sedang mencari bentuk.
Apalagi ideologi politikmya sama, yakni sama-sama Sunni," katanya. Menurutnya, jika ada orang Indonesia terlibat ISIS, maka faktor ideologi sangat kuat terutama anak muda yang sedang mencari bentuk. Orang Muhammadiyah dan NU bagi yang masih muda kemungkinan terjebak oleh propaganda ISIS yang menjanjikan mati di surga.
Meskipun ada kemungkinan Indonesia menjadi target perekrutan pejuang ISIS, menurut Edy Sukardi, ISIS akan melancarkan untuk memasuki kader ormas-ormas Islam di Indonesia. Karena menurutnya umat Islam akan terpikat senang dengan janji jihad yang digunakan ISIS.Edy Sukardi yang sudah dua periode menjabat Dekan UHAMKA juga menilai, ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia harus melakukan pembinaan agar pemuda sangat loyal dan setia kepada Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI). "Makanya pembinaan pada anak-anak muda, harus diintensifkan pola kaderisasinya. Secara ideologi, ISIS akan melakukan rekrutmen di kalangan anak muda yang aktif di ormas-ormas Islam," ujarnya.
Dikhawatirkan ancaman tersebut, jelas Edy, dapat mempengaruhi dan memicu aksi-aksi radikal di Indonesia. Ia mengajak pada masyarakat untuk membangun peradaban dengan mulia, damai, dan akhlakul karimah. Dia mencontohkan pada tahun 80-an, ada gerakan usroh yang mampu menarik generasi muda."Saya tahu siapa yang tertarik dengan paham usroh itu. Kalau saya menolaknya karena sudah aktif di persyarikatan Muhamadiyah ," tegasnya.
Sumber: edisinews http://ift.tt/1xivV2Q http://ift.tt/1xivV2N