Para elit politik diminta tidak membenturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Perkembangan akhir-akhir ini, sasaran yang mau dituju adalah Jokowi, dengan terlebih dahulu menyerang Mega.
“Pendukung Jokowi jangan mau terperangkap. Permainan semakin canggih, lihai dan menusuk,” kata Muhammat Yamin, Ketua Umum Sekretaritat Nasional Jokowi (Seknas Jokowi), dalam rilis yang diterima Timlo.net, Rabu (4/2).
Yamin mengatakan, banyak waktu dan energi yang telah terbuang akibat saling cakar antara Polri dan KPK dalam sebulan terakhir ini. Saling lempar pernyataan ditambah manuver-manuver politik yang terjadi hanya membuat hal–hal yang mulai lurus kembali bengkok, yang mulai dingin kembali hangat.
Padahal, esensi dalam penyelesaian masalah Polri dan KPK, tidak jelas. Bahkan terakhir banyak pihak yang berusaha memisahkan Presiden Jokowi dengan Mega terkait rencana pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri.
“Seknas melihat, hubungan Megawati dengan Jokowi tidak akan terganggu dalam masalah Komjen BG. Hubungan personal keduanya telah terbangun lama sejak Jokowi diberikan mandat menjadi Walikota di Solo oleh Megawati pada tahun 2004. Kedekatan keduanya dapat saja menimbulkan kecemburuan berbagai pihak terutama di internal partai PDIP, walau itu manusiawi juga. Apa salah Bu Mega?” tandasnya.
sumber:timlo.net http://ift.tt/1yLnOGS http://ift.tt/1oXS0y9