berita terlengkap dan terlugas

Diberdayakan oleh Blogger.

Ekonomi Kerakyatan kah? Bos Mantan BIN, Kontrak Freeport Diteruskan Sampai 2041

http://ift.tt/1CHNeYi







PT Freeport Indonesia, pada 7 Januari silam, resmi mengumumkan pimpinan barunya. Dia adalah Maroef Sjamsuddin. Maroef adalah purnawirawan Marsekal Muda TNI Angkatan Udara Republik Indonesia. Dia menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2011-2014.



Maroef menggantikan direktur utama sebelumnya Rozik B. Soetjipto yang memasuki masa pensiun. "Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Maroef dan berharap beliau beserta seluruh jajaran tim manajemen PTFI dapat meraih kesuksesan di masa yang akan datang," katanya.



Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Sukhyar berharap Maroef Sjamsuddin membuat kegiatan operasi Freeport lebih baik lagi.



"Harapan kami Freeport lebih baik dalam beroperasi, keinginan pemerintah membenahi safety, optimalisasi fungsi manajemen, percepatan amendemen kontrak serta peningkatan lokal konten," kata Sukhyar di kantornya, Tebet, Jakarta, Rabu (7/1).



Sementara, Maroef menyampaikan keinginannya agar Freeport bisa melaksanakan strategi investasi jangka panjang di Papua. Sebagai bos baru, tentu Maroef memiliki rencana untuk perusahaan tambang terbesar di dunia ini.











1.Bercokol di Indonesia hingga 26 tahun ke depan



Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsuddin berharap operasional Freeport Indonesia di Papua bisa berlanjut hingga 2041. Permintaan ini akan terus dibahas dengan pemerintah.



"Kalau filosofi dagang bisnis, prospek, manfaat, kita pengen lanjut ya (sampai 2041)," ucap Maroef saat konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (22/1).



Demi diizinkan mengeruk emas di Papua sampai 26 tahun lagi, Maroef berjanji Freeport akan patuh pada semua aturan yang berlaku di Indonesia. Freeport juga berkomitmen membangun smelter untuk proses pemurnian.



"Intinya Freeport akan patuh pada UU Minerba dan UU lainnya. Tidak mungkin mengingkari peraturan yang berlaku," katanya.





2.Beri manfaat besar pada penduduk Papua



Maroef menegaskan, kehadiran dan operasional Freeport di Papua membawa banyak manfaat untuk penduduk sekitar. Dia menyebut, salah satunya banyak pekerja Freeport berkewarganegaraan Indonesia. "Saat ini lebih kurang 13.000 sebagai pekerja langsung, sebagai karyawan. Belum lagi yang sebagai kontraktor," tambahnya.



Maroef juga berharap izin ekspor konsentrat tidak dibekukan dengan alasan pembangunan smelter masih lamban. Sebab, kata dia, dampak sosial yang ditimbulkan sangat besar untuk masyarakat Papua.



"Kalau ini berhenti bagaimana nanti terjadi pengangguran. Dampak sosialnya. Anak istrinya. Perusahaan ini tidak boleh memberikan beban tambahan ke pemerintah ke bangsa dan negara, lapangan kerja harus terbuka, dan harus dipertahankan," tutupnya.





3.Janji luluskan permintaan divestasi 30 persen



Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsuddin mengatakan divestasi saham merupakan satu poin yang telah disepakati pemerintah dan Freeport dalam renegosiasi kontrak karya.



"Itu sebuah poin yang sudah disepakati memang itu yang paling cepat kita selesaikan," kata Maroef dalam konferensi pers di Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (22/1).



Dalam aturan Peraturan Pemerintah 77 Tahun 2014 divestasi perusahaan tambang yang menggarap tambang bawah tanah sebesar 30 persen. Maroef menyebut Freeport akan patuh pada peraturan tersebut, dengan bertahap melepas sahamnya. Untuk tahap pertama, Freeport akan melepas 10 persen saham yang ditargetkan sebelum Oktober 2015.



Menurut Maroef, berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut divestasi pertama akan ditawarkan ke pemerintah pusat. Jika pemerintah tidak berminat maka akan diserahkan ke Perusahaan Investasi Pemerintah (PIP). Namun jika instansi tersebut tidak berminat akan ditawarkan ke Pemerintah Daerah.



"Akan ditawarkan sebagaimana aturan. Pemerintah dahulu atau BUMD baru pemerintah daerah. Itu yang akan dilakukan," tutupnya.







4.Percepat renegosiasi dan pembangunan smelter



Maroef berjanji, pada masa kepemimpinannya akan mempercepat realisasi komitmen Freeport pada Indonesia khususnya dalam renegosiasi kontrak dan pembangunan smelter. Dia mengakui selama ini pihaknya masih lamban menjalankan komitmen dengan pemerintah. Istilah Maroef, Freeport masih berada di jalur lambat.



"Terkait isu hangat. Memang saya akui bahwa ada suatu perlambatan-perlambatan atau jalan di jalur lambat perusahaan ini dalam rangka tunjukkan komitmen ke regulator," kata Maroef, dalam konferensi pers di Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (21/1).



Melihat kinerja Freeport yang lamban, Maroef mengaku marah pada jajarannya. Keterlambatan Freeport tidak hanya berakibat pada perusahaan tetapi juga dampak sosial di Papua tempat perusahaan mengeruk emas.



"Memang lambat maka saya marah ke staff. Kenapa enggak dipercepat. Kalau enggak jalan bagus bagaimana dengan Papua sendiri," tegasnya.

















































































Sumber:aktual.com http://ift.tt/1CHNere http://ift.tt/1CHNeYi
Back To Top